Akhir-akhir ini saya terngiang-ngiang akan masa lalu jaman SMA. Entah mengapa saya sendiri juga kurang tahu, tapi saya teringat akan masa lalu saya tentang sebuah keinginan baik karena saya merasakan kebaikan yang dilakukan orang lain pada saya. Dan satu lagi tentang keinginan yang kuat teruntuk diri saya sendiri saat awal kuliah namun tak tahu jalan apa yang harus saya tempuh dan lakukan untuk meraihnya. Namun entah mengapa 2 keinginan itu terwujud dengan hal yang tidak terduga dan padahal saya hampir tak pernah berusaha untuk meraihnya, hanya tiba-tiba bagaikan durian yang jatuh didepan saya (bukan jatuh di kepala saya, kalau jatuh dikepala saya bukannya bersyukur karena dapet durian, yang ada saya malah masuk rumah sakit :D).

Ya, itu sedikit cuplikan yang mungkin mengawali post saya kali ini. 2 keinginan saya yang pertama hanya membayangkan, seandainya aku bisa memiliki manfaat seperti orang yang telah memberikan manfaatnya padaku pada waktu itu dan keinginan yang sangat teruntuk diri saya sendiri yang saya sendiri tak tahu harus berbuat apa untuk mendapatkannya.

Trus hubungannya sama galau apa?
Oke, galau adalah sebuah kata yang baru saya kenal ketika saya sudah duduk dibangku kuliah ini. Menurut KBBI ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);
Nah kacaunya pikiran ini sebabnya kan bisa bermacam-macam. Bisa karena tugas yang banyak, gak punya duit padahal mau bayar kost an (curhat gan :p), ujian gak lulus alias nilai jelek, lagi tengkar sama temen dan yang cenderung ada di remaja yang sekarang adalah...........................................................................
GALAU KARENA CINTA~ haha.. :D
Dan entah kenapa saya jatuhnya malah teringat dengan pelajaran ketika SMA dulu. Yaitu tentang  
"IMAN" 
Seingat saya pengertian Iman adalah
1. Meyakini dalam hati
2. Mengucapkan lewat tutur kata
3. Mengamalkan dengan perbuatan
Dan ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Jadi yang namanya beriman ya melakukan ketiga hal tersebut. tapi kembali lagike kodrat sebuah filosofi makna, ketiga hal tersebut memang mudah untuk diucapkan dan di bicarakan seperti saat ini, tapi dalam pengaplikasiannya jangan ditanyakan :D
yang bisa saya katakan sih "SEMANGAT YA!!" :D

Oke kita lanjutkan..

Kita bahas tentang  Meyakini dalam hati. Ini bukan perkara mudah. Dalam KBBI pengertian yakin adalah percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi). Kalau boleh dijabarkan, yang namanya YAKIN adalah MEMPERCAYAI SEPENUHNYA TANPA MENGHARUSKAN ADANYA ALASAN atau PERCAYA APA ADANYA

Itulah letak permasalahannya. Manusia yang sekarang {termasuk saya mungkin :( } adalah manusia yang sok pinter. Ketika ada sebuah pernyataan, kemudian mencarinya secara ilmiah untuk dibuktikan. Tidak ada yang salah memang untuk hal itu. Justrru jika yang ditemukan adalah cocok, justru itu akan mebawa kebaikan. Tapi dibalik itu juga ada suatu hal yang mengganjal. Ketika sebuah pernyataan tidak dapat atau belum dapat dibuktikan secara ilmiah bagaimana? Ya begitulah, maka akan muncul bahwa pernyataan itu tidak valid, jadi kita tidak wajib untuk meyakininya. Nah, pernahkah manusia berpikir, pasti ada beberapa kesimpulan yang bisa muncul:
1. Pernyataan yang salah
2. Ilmu pengetahuan manusia yang tidak mampu menjangkaunya

Hmm, yang benar yang mana saya sendiri juga kurang tahu, tapi jika kita kembalikan pada makna yakin, yaitu MEMPERCAYAI SEPENUHNYA TANPA MENGHARUSKAN ADANYA ALASAN atau PERCAYA APA ADANYA, maka sudah bisa kita simpulkan bukan?

Kita lanjutkan ke poin 2, yaitu tentang mengucapkan lewat tutur kata. Kok jadi ingat “mulutmu harimaumu” ya. Yah begitulah adanya. Itulah alasannya kenapa kita harus menjaga tutur kita. Tutur kata bisa menjadi penyejuk hati yang sedang gersang dan bisa menjadi api yang siap melalap hijaunya hutan.Begitulah adanya. Menjaga tutur adalah dengan menututurkan segala sesuatu yang baik jika memang itu ingin dituturkan kepada orang lain dan tentu untuk diri sendiri juga. Dan jika memang sedang tak ingin bertutur yang baik, langkah lebih indah jika kita diam. Teringat akan pepatah yang digubah, diam adalah emas, namun tahu saat diam dan biacara adalah berlian. Yah ada benarnya juga ;). Oleh karena itu, hiasi tutur kata kita dengan tutur kata yang baik. Dan untuk bertutur kata yang baik, tentu kita musti punya ilmunya kan? Jadi yah berat-berat ringanlah :D. Jika memang sedang tidak punya hal yang baik, ya sudah, diam adalah pilihannya. Alangkah lebih baik jika dihias do’a dalam diam kita. Hmm..

Oke, poin 2 udah ada kesimpulan kan? Kita lanjut ke poin 3. Ini adalah tahap yang tak kalah sulitnya. Mengamalkan dengan perbuatan. Hmm.. Sudah yakin, sudah dapat ilmu, trus melakukannya. Yah berat-berat gimana gitu. Kembali lagi saya tekankan "SEMANGAT YA!!" :D

Yuk sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik.

Trus hubungannya dengan kisah saya tadi apa?
Pendapat saya, mungkin itulah namanya keyakinan. 

Ketika memiliki niat baik yang tulus dan ikhlas,
Ketika tak mengharapkan balasan apaun dari siapapun, 
Tak tahu harus berbuat apa,
Yang pasti berusaha optimal untuk meraihnya walaupun tidak sepenuhnya terorientasi kepada yang kita inginkan, 
Selalu mencoba untuk menuju hal yang baik,
Sabar dalam menjalaninya, 
Beriringan dengan do’a, 
Istiqomah dalam melakukannya, 
Pasrah dalam keputusan-NYA,
Ikhlas dan bersyukur atas hasil-NYA,

Ya, Tuhan selalu memiliki cara sendiri dalam menunjukkan kebesaran-NYA kepada kita,
Tuhan selalu punya cara sendiri dalam memuliakan kita,
Tetap percaya bahwa semuanya sudah ada yang mengatur, yang penting kita yakin dan percaya,
Rezeki, umur, ujian dan yang membuat para muda-mudi galau adalah “JODOH” haha.. :D
Santai kawan, semua akan datang pada waktunya

Tinggal kita percaya apa tidak,
Yang pasti jangan pernah lupa dengan kewajiban kita sebagai manusia saja

Jangan sampai karena galau lupa kalau punya Tuhan :)

Trus hubungannya sama galau tadi?
Ya itu tadi, asalkan berusaha, do'a dan ikhlas, Insya Allah semuanyapasti ada jalan keluar.. :)
Amin..

Akhir kata dari saya 
"SEMANGAT YA!!" :D  



Leave a Reply.